PENERAPAN PROTOKOL PENCEGAHAN INFEKSI PADA PROSEDUR PERAWATAN LUKA PASCA BEDAH DI RUANG RAWAT INAP BEDAH ORTOPEDI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PROVINSI ACEH
Keywords:
infeksi luka operasi, perawatan luka, pencegahan infeksi, perawat, mutu layanan keperawatanAbstract
Infeksi luka pasca operasi merupakan salah satu bentuk infeksi nosokomial yang paling sering terjadi dan menjadi indikator penting dalam menilai mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit. Perawat memiliki peran krusial dalam mencegah infeksi melalui penerapan protokol yang sesuai standar. Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui Penerapan Protokol Pencegahan Infeksi pada Prosedur Perawatan Luka Pasca Bedah di Ruang Rawat Inap Bedah Ortopedi Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Aceh. Studi kasus ini menggunakan jenis kuantitatif dengan desain cross-sectional study. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan yang dibagikan kepada 24 perawat dan observasi langsung terhadap praktik perawatan luka pada 20 pasien. Analisa data menggunakan uji statistik deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa 87,5% perawat memiliki tingkat pengetahuan yang baik. Pada hasil observasi seluruh perawat telah melaksanakan persiapan alat perawatan luka secara optimal (100%), namun pada penerapan tindakan perawatan luka pasca operasi belum optimal (100%). Disarankan upaya perbaikan melalui pelatihan berkelanjutan, supervisi intensif, dan evaluasi rutin agar penerapan protokol perawatan luka pasca bedah dapat lebih optimal.
References
1) Annur, M. F., Putra, A., & Mayasari, P. (2022). Penerapan 5 Momen Cuci Tangan Di Ruang Rawat Inap: Suatu Studi Kasus. Jim Fkep, 1(4), 1-6.
2) Brunner, L. S., & Suddarth, D. S. (2021). Brunner & Suddarth’s textbook of medical-surgical nursing (14th ed.). Wolters Kluwer.
3) Hasanah, R., Wijayanti, I., & Prasetyo, T. (2024). Efektivitas Antiseptik Terhadap Infeksi Luka Operasi. Jurnal Keperawatan Indonesia, 27(1), 45–52
4) Karmidah, Amelia, & Gobel, F. (2024). Penerapan Metode Bundling Dalam Pencegahan Infeksi Nosokomial. Jurnal Ilmu Keperawatan, 12(2), 101–110.
5) Kemenkes RI. (2015). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2015. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
6) Kemenkes RI. (2017). Pedoman Pencegahan Infeksi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
7) Komite Pencegahan Infeksi Rumah Sakit Gatot Soebroto. (2022). Laporan tahunan pencegahan infeksi. Jakarta: RS Gatot Soebroto
8) Kozier, B., Erb, G., & Berman, A. (2018). Fundamentals of nursing: Concepts, process and practice (8th ed.). Pearson Education
9) Kurnia, D. (2015). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Infeksi Luka Operasi Pada Pasien Post Operasi. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(1), 23–30
10) Manalu, M. R., Sitorus, R. J., & Simbolon, L. (2023). Penerapan Teknik Aseptik Dalam Tindakan Bedah Minor. Jurnal Keperawatan Holistik, 7(1), 35–42
11) Nurmalia, R. (2019). Keperawatan medikal bedah: Konsep dan praktik klinik. Bandung: Refika Aditama
12) Rahma, F., Kamil, H., Mayasari, P., Mahdarsari, M., & Yusuf, M. Implementation of Five Moments of Hand Hygiene in the Inpatient Wards of Aceh Government General Hospital. Professional Nurse, 11(39), 3.
13) Saad, A., Mahmud, M., & Yusuf, L. (2024). Antiseptic Protocol Effectiveness In Surgical Settings: A Multicenter Study. Journal Of Clinical Nursing Practice, 16(1), 12–20.
14) Setyobudi, T. (2023). Panduan Klinis Pencegahan Infeksi Nosokomial. Yogyakarta: Pustaka Medika
15) Suhada, A. (2019). Peran Perawat Dalam Mencegah Infeksi Luka Operasi. Jurnal Keperawatan Profesional, 5(2), 88–94.
16) Suhada, A. (2019). Peran Perawat Dalam Mencegah Infeksi Luka Operasi. Jurnal Keperawatan Profesional, 5(2), 88–94
17) World Health Organization. (2016). Global Guidelines For The Prevention Of Surgical Site Infection. Geneva: Who Press
18) Yanti, R. (2021). Teknik Perawatan Luka Modern. Bandung: CV Mandiri







