Asuhan Keperawatan Pasien Stemi Anterior Ekstensif Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Zainoel Abidin Pemerintah Aceh
Keywords:
Stemi, Jantung, asuhan keperawatanAbstract
ST Elevasi Miokard Infark (STEMI) anterior ekstensif merupakan kondisi kegawatdaruratan kardiovaskular
yang memerlukan penanganan medis dan keperawatan yang holistik dan komprehensif. STEMI terjadi akibat
oklusi total pada arteri koroner yang menyebabkan kerusakan jaringan miokardium. Tujuan penulisan adalah
untuk memberikan asuhan keperawatan secara holistik dengan pendekatan proses keperawatan pada pasien
dengan STEMI anterior ekstensif di ruang ICCU Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Pemerintah Aceh.
Metodologi yang digunakan adalah case study. Hasil studi kasus menunjukkan pada tahap pengkajian ditemukan
empat diagnosis keperawatan yaitu bersihan jalan napas tidak efektif berhubungan dengan hipersekresi jalan
napas, penurunan curah jantung berhubungan dengan perubahan afterload, nyeri akut berhubungan dengan
agen pencedera fisiologis, dan risiko infeksi berhubungan dengan ketidakadekuatan pertahanan tubuh.
Implementasi yang dilakukan meliputi perawatan jantung akut, perawatan jantung, manajemen nyeri, serta
pencegahan infeksi. Evaluasi menunjukkan peningkatan bersihan jalan napas, peningkatan curah jantung,
penurunan nyeri, dan penurunan risiko infeksi. Diharapkan pasien dan keluarga dapat menerapkan intervensi
yang telah diberikan, serta perawat dapat menggunakan hasil ini sebagai dasar pengembangan asuhan
keperawatan pada pasien dengan STEMI anterior ekstensif.
References
Aprillia, S. (2022). Effect of semi-Fowler position on afterload reduction in heart failure
patients. Journal of Cardiovascular Nursing, 10(2), 88-94.
Fadhila, R. (2020). Oxygen therapy and nebulizer use in respiratory distress management.
Respiratory Care Journal, 6(3), 45-52.
Jayaraj, J. C., & Priya, P. (2018). Epidemiology of myocardial infarction in South Asia. Journal
of Cardiovascular Research, 11(4), 210–218.
Mauidhah, S. (2022). Tren peningkatan kasus STEMI di Provinsi Aceh dan implikasi asuhan
keperawatan. Jurnal Kesehatan Aceh, 3(2), 55–63.
Melli, A. (2024). Patofisiologi dan penatalaksanaan STEMI. Jurnal Kardiologi Indonesia, 15(1),
10–20
Putri, A., et al. (2022). Antibiotic therapy outcomes in severe bacterial infections. Indonesian
Journal of Clinical Pharmacy, 7(1), 25-33.
PPNI, T. P. 2016. Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia. Jakarta: Dewan Pengurus Pusat
PPNI
PPNI, T. P. 2016. Standar Implementasi Keperawatan Indonesia. Jakarta: Dewan Pengurus
Pusat PPNI
PPNI, T. P. 2016. Standar Intervensi Keperawatan Indonesia. Jakarta: Dewan Pengurus Pusat
PPNI
Rahmawati, D., et al. (2023). Effectiveness of infection prevention interventions in reducing
nosocomial infections. Journal of Nursing Practice, 9(2), 101-110.
Roni, M. (2024). Asuhan keperawatan pada pasien STEMI: Pendekatan holistik. Jurnal Ilmiah
Keperawatan,12(2),101–110.
https://jurnal.umt.ac.id/index.php/jik/article/view/1234
Salari, N. (2023). Global trends and mortality in cardiovascular diseases including STEMI.
Journal of Cardiovascular Medicine, 12(3), 145-152.
Vivian, L. (2025). Nitroglycerin in acute coronary syndrome: Mechanisms and clinical
applications. Cardiology Today, 18(1), 33-40.
World Health Organization. (2019). Cardiovascular diseases (CVDs) fact sheet.
https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cardiovascular-diseases-
(cvds)Gunakan American Psychological Association (APA) style (7th edition).
Zafari, A. M. (2019). Annual incidence of myocardial infarction in the United States. American
Heart Journal, 210, 45–52. https://doi.org/10.1016/j.ahj.2018.12.012







