Hubungan Konsumsi Makanan Cepat Saji (Fast Food) Dengan Kejadian Dismenore Pada Remaja Putri Di MTs Negeri 1 Kota Lhokseumawe
Keywords:
Makanan Cepat Saji, Dismenore, Remaja PutriAbstract
Latar belakang: Dismenore adalah nyeri haid yang sering dialami remaja putri MTs Negeri 1 Kota Lhokseumawe dan dapat mengganggu aktivitas. Salah satu penyebabnya adalah pola konsumsi fast food yang tinggi lemak, gula, dan garam, namun rendah serat, sehingga memicu peningkatan prostaglandin dan kontraksi rahim berlebih. Remaja MTs Negeri 1 Kota Lhokseumawe usia 13-15 tahun berada pada masa remaja tengah yang mudah terpengaruh teman sebaya, sehingga cenderung mengonsumsi fast food berlebihan dan berisiko mengalami dismenore. Tujuan: Penelitian ini untuk mengatahui hubungan antara konsumsi makanan cepat saji (fast food) dengan kejadian dismenore pada remaja putri di MTs Negeri 1 Kota Lhokseumawe. Metode: Yang digunakan adalah cross-sectional dengan sampel remaja putri 108 responden menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data melalui kuesioner FFQ yang mencakup frekuensi konsumsi makanan cepat saji (fast food) dan Kuesioner NRS untuk menilai nyeri haid yang dialami. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi- square. Hasil: Menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara frekuensi konsumsi fast food (p = 0,001) artinya ada hubungan dengan kejadian dismenore. Dismenore dapat dipengaruhi oleh frekuensi konsumsi fast food. Kesimpulan: Semakin sering remaja putri MTs Negeri 1 Kota Lhokseumawe konsumsi makanan cepat saji (fast food), maka semakin banyak yang mengalami dismenore ringan, karena kandungan dalam makanan cepat saji (fast food) dapat memicu peradangan dan gangguan hormonal. saran: kepada remaja putri MTs Negeri 1 Kota Lhokseumawe untuk mengurangi makanan cepat saji (fast food) dan beralih pada pola makan sehat yang kaya akan sayur, buah, serta makanan bernutrisi lainnya, agar terhindar dari kejadian dismenore.
References
1) Aulia, D. N., Riyana, S., & Anisa, D. N. (2024). Hubungan mengkonsumsi makanan cepat saji dengan nyeri dismenore primer pada remaja putri di SMP N 2 Sleman The relationship between fast food consumption and primary dysmenorrhea pain in adolescent girls At SMP N 2 Sleman. 2(September), 79–83.
2) Aulya, Y., Kundaryanti, R., & Rena, A. (2021). Hubungan Usia Menarche dan Konsumsi Makanan Cepat Saji dengan Kejadian Dismenore Primer pada Siswi di Jakarta Tahun 2021. Jurnal Menara Medika, 4(1), 10–21. Batu, L. H. S. (2021). STIKES Santa Elisabeth Medan. Gambaran PengetahuanIbu Tentang Perkembangan Personal Sosial Pada Anak Prasekolah Di TK Cerdas Rantauprat Tahun 2020, 1–78.
3) Gurusinga, S. E. B., Carmelita, A. B., & Jabal, A. R. (2021). Literature Review: Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Dismenore Primer Pada Remaja. Jurnal
4) Kedokteran Universitas Palangka Raya, 9(1), 1266-1274.
5) Herman, H., Dewanti, R., Ishak, S., Rate, S., & Dewi, A. P. (2024). Hubungan Kadar HB dan Junk Food dengan Kejadian Disminorea Pada Remaja Putri. 14(2), 41–46.
6) Indahwati, A.N., Muftiana, E. dan Purwaningroom, D.L. 2017.
7) Hubungan Mengonsumsi Makanan Cepat Saji (Fast Food) dengan Kejadian Dismenore Pada Remaja Putri di SMP N 1 Ponorogo,Indonesian Journal for Health Sciences, 1(2), pp.7–13
8) Smp, D., Jeumpa, N., & Barat, A. (2022). Universitas Abulyatama Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Remaja Puteri Tentang Nyeri Haid Dengan Pemeriksaan Kepelayanan Kesehatan. 4(1), 1–9.
9) Purwati, A. E., Srinayanti, Y., Rosmiati, & Badriah, L. S. A. (2020). Gaya Hidup dan Kejadian Dysmenorrheaa pada Remaja Putri di Pondok Pesantren Nurul Huda Bantarcaringin Ciharalang Kabupaten Ciamis.
10) Tunas-Tunas Riset Kesehatan, 10, 59–66. Ufrida, K., & Harianto, S. (2022). Konsumerisme Makanan Siap Saji Sebagai Gaya Hidup Remaja Di Kota Surabaya: Studi Kasus Siswi Sma Muhammadiyah 4 Kota Surabaya







